Kaca terbentuk dari silika dan campuran soda kostik yang berasal garam dan batu fluks sehingga menghasilkan kekentalan.
Kebanyakan kaca tergolong sebagai kaca sodalime seperti kaca jendela, lampu, dan botol, yang terbuat dari silika (SiO2), fluks soda, (Na2O) dan stabilisator lime atau tanah liat kapur (CaO) dengan magnesia MgO yang sedikit dicampur dengan alumina (Al2O2). Sedangakan kaca borosilikat merupakan jenis kaca yang tahan panas, yang bahannya terbuat dari silika, boron oksida (B2O3), alumina dan soda, sehingga mempunyai titik leleh yang tinggi dan tidak mudah pecah saat dipanaskan. Sedangkan kaca pireks adalah kaca yang memiliki koefisien muat yang amat kecil, kaca ini terbentuk dari kaca silika yang dileburkan atau kuarsa yang melebur sendiri, dan 99,9% silika mempunyai titik leleh atau lebur sebesar 1.580 °C.
